|
Bangle untuk semua!
Bangle, yang biasa dipakaikan sebagai
"tangkal" untuk bayi yang baru lahir, ternyata menyimpan khasiat yang
luar biasa. Umbi yang wangi ini mampu menguruskan badan, meringankan demam,
migren, sakit kuning, cacingan, bahkan nyeri sendi. Jadi, kenapa tidak
dimanfaatkan segera.
Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai
Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada
tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah
sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan
terganggu dan rimpang cepat membusuk.
Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi
1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari
pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak
berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi
rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar
20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di
ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm.
Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti
gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti
sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah
menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat.
Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar
sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata,
berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan,
bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan.
Rasanya tidak
enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki
khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun.
Perbanyakan dengan stek rimpang.
Selain bangle, juga dikenal sebagai Panglai (Sunda), bengle
(Jawa), pandhiyang (Madura), mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai,
bunglai, Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali), Bale,
panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran,
kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle.
Cara pemakaian:
Demam, masuk angin. 15 g rimpang bangle yang
segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan
madu. Diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
Perut mules. Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan
lempuyang wangi, masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris
tipis-tipis. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas.
Setelah dingin disaring, lalu diminum.
Sakit kepala karena demam. Rimpang segar secukupnya
dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan
seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.
Sakit kuning. 1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih
lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan.
Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
Nyeri sendi (rheumatism). Rimpang segar secukupnya
dicuci Ialu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur
encer. Borehkan kebagian sendi yang sakit.
Mengecilkan perut setelah melahirkan.
Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada perut.
Cacingan. 3 jari rimpang bangle, 2 jari temu
hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris
tipis-tipis, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak,
diaduk merata lalu diperas dan disaring. Minum.
Radang selaput lendir mata. Rimpang bangle dan
kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih
lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai
tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.
Kegemukan / mengurangi lemak tubuh.
Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus
dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring,
dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.
Atau 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4
jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4 genggam daun
jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus
dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2-nya. Setelah dingin
disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
Atau, rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2
jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis
dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring,
minum. Lakukan 2-3 kali sehari.
|
0 komentar:
Posting Komentar